Hai !! Berbulan bulan aku menunggu ucapan maaf itu. Belasan teman berkata "jangan terlalu mengharap permintaan maaf, sakit nanti kl kebanyakan ngarep. Baiknya memaafkan skalipun dia tdk memintanya" Seperti nasehatmu saat kamu msi menjadi calon suami saya : "memaafkan sekalipun yg bersangkutan tidak mengucapkan maaf" Susah sekali rasanya.. Dan malam ini sebuah pesan singkat mengunjungi ponsel saya. Permintaan maaf meskipun karena bEsok kamu merayakan lebaran. Aah tuhan rasanya penantian berbulan-bulan itu terbayar. Skalipun permintaan maaf itu bukan karena kamu mengakui semua kesalahanmu melepaskan status sbg calon suami saya.
Seandainya saja memaafkan itu boleh ada pengecualiannya. Seandainya saja hari ini saya tidak berlebaran. Saya masih ingin kamu punya hutang maaf sama saya. Aaaaah gila ! Sampai ibu harus menasehati saya : "Barangsiapa memaafkan seseorang saat dia mampu membalas, maka Allah akan memberinya maaf di hari kiamat." (HR. Thabrani)
Baiklah saya ingin allah pun memaafkan saya, sbg wanita beragama sudah saatnya saya ikhlas. Krn saya tau.. Gantinya pasti akan lebih baik. Maafkan saya juga yah, selalu berburuk sangka :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar