my EVERYTHING ♥





photograph by. Januar Halibi
edit by. &U :)












ANTARA AKU , IBUK & BAPAK

Ketika aku lulus SMA dan mau melanjutkan kuliah, "Bu, Pak, aku mau ambil jurusan ini saja, ga ambil Hukum kaya yang Ibu minta ya. Gpp ya Bu, Pak?"
Kalian bergantian mengiyakan sambil berkata, " Asal kamu yakin dengan pilihanmu, dan kamu yakin kamu mampu, Bapak dan Ibu pasti dukung."
Dan aku makin mantap dengan itu semua.

Ketika orang-orang sibuk bertanya, "kapan lulus kuliahmu?"
Engkau hanya selalu berkata, "yang penting usahamu sudah maksimal, prosesnya bener, serius, hasilnya anggap sebagai bonus dari Allah."
Dan sesak rasanya dada menahan air agar tak jatuh dari mata ini.

Ketika aku merasa down, sedih, atau marah entah karena sebab apa. Atau aku yang tiba-tiba mengeluh karena sakitku, karena nilai-nilaiku yang jelek , karna pekerjaanku yg tak henti dan hal lain yang tak aku suka.
Dengan nada rendah engkau bilang, "dimana-mana hidup itu ga ada yang lempeng, mbak. Kalau semua hal lurus-lurus aja, semua sesuai request'mu ya ga ada variasinya, ga akan tau bedanya sedih-senang, hitam-putih, sehat-sakit, tinggi-rendah."
Dan aku mulai belajar banyak dari perbedaan itu.

Ketika kalian tak pernah sama sekali bertanya tentang gaji yg aku dapat dr hasil 5 tahun aku bekerja. Kalian hanya bicara, " kalau ga ada yang penting ya ga usah, uang jangan di habiskan cuma buat yg gag penting. Hemat2 mbak.."
Dan aku ga tau mesti jawab apa saat itu.
Ketika aku berencana menambah berat badanku, "Bu, aku koq kurus gini ya? Aku pgn gendutan”
Engkau tiba-tiba mengelus rambutku, "sudah bagus begini, mau diapain lagi? Disyukuri saja yang sudah dikasih sama Allah."


Ketika aku berada di ruang sidang untuk mempertanggung jawabkan skripsiku, kalian tak henti mengirimi pesan “ mbak, doa yang ibuk kasih td diamalkan ya nak. Insya allah diberi kemudahan”
Ketika aku pulang, kalian menanti hasil kelulusan ku dg harap-harap cemas.dan sumringah ketika tau aku LULUS.

Ketika aku ijin untuk pergi setiap liburanku datang, "liburan ini aku pengen ikut tour ke bali, trus berikutnya pengen ke ..."
Dan kalian hanya menjawab tanpa sedikitpun merasa khawatir akan kepergianku, "asal gag aneh2.. Cari pengalaman selagi masih muda, masih punya banyak waktu. Nanti kalau udah tua mana bisa.."
Dan aku makin merasa ridha itu begitu luar biasa.

Ketika aku pulang setelah mengikuti trip di luar kota, "aku pulang.."
Kalian-pun begitu bahagia menyambut kedatanganku, tak pernah sekalipun menanyakan apa yang aku bawa untuk kalian, kalian hanya akan bertanya, "Gimana disana? Sudah kemana saja?"

Dan aku akan sibuk bercerita tentang perjalananku, tentang keseharianku, tentang semua yang tak pernah mereka lihat secara langsung.
Dan aku-pun sibuk menyebutkan list tempat-tempat yang patut dikunjungi.

Ketika aku menangis paling keras saat kehilangan seseorang yang bersamaku hampir 5 tahun, bapak hanya berkata : “kalo IKHLAS, gantinya insya allah lebih BAIK, mbak. Itu berarti bukan jodoh terbaik buat mu”
Subhanallah inilah satu2 nya CINTA seorg laki2 yg tak pernah PALSU untukku..
Aku tersenyum bangga padamu BAPAK…

Lalu ketika lain waktu seorang sepupu bertanya padaku, "kapan married?"
Engkau lagi-lagi membantuku menjawab, "belum sampai antriannya, ibarat kereta masih di gerbong paling belakang, masih jauh untuk menuju tahap itu. kuliah juga belum selesai kan.?"
Dan aku hanya tersenyum bangga padamu, ibu

Inilah cara kalian mengajarkanku mensyukuri karunia Allah, menikmati setiap perbedaan yang ada, kesederhanaan, keikhlasan, semangat, dukungan, kepercayaan, usaha, kerja keras dan banyak hal lain dalam hidup ini.

Aku merindumu Ibu..Juga merindumu Bapak..merindukan saat kalian menggendongku dimasa kanak-kanakku…
Setiap malam sebelum pergi tidur aku selalu menyempatkan mencium kalian, aku hanya takut kesempatan ini tak bisa aku manfaatkan..

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia

Hari ini aku tersenyum, aku tersenyum untuk sebagian cita mereka, yang rasanya sudah hampir tercapai. Izinkan aku membahagiakan mereka ya allah




KETIKA EYANG , DYDY dan DIDI kecil bertemu :)




Eyang : jd gmana skripsi nya mbak..?
dydy : selesai eyank, sidang pertama sdh lulus tgl sidang ke 2
Eyang : alhamdulillah mbak.. jd kalo selesai s1 mau ngapain mbak? Kan sdh kerja..

Mengernyitkan dahi menatap eyang bingung. Ya tuhaaaan...aku tak berharap eyang bertanya kapan aku akan menikah. Krn sepertinya sulit menjelaskan apa yg sdh terjadi satu tahun ini

dydy : munkin langsung prepare s2 aja dulu, eyank
Eyank tersenyum puas seraya mengangkat dua jempol nya
Eyank : baguus mbak !! jalan masih panjang, masih terlalu dini mikirin urusan untuk memutuskan hidup satu kali dg org yg tepat.

Aku membalas senyum eyank dengan puas. aku Bersyukur pada ALLAH karna eyank tak memintaku mewujudkan urusan yg satu itu dlm waktu dekat. Begitulah cara eyank, beliau selalu menomor satukan masalah pendidikan. Aku ingin mempersembahkan yg terbaik untuk beliau. Di hari tua beliau, aku hrs bisa membuat beliau bangga dan tersenyum. Itu tekadku.. bahkan di halaman persembahan skripsiku hanya akan aku tujukan untuk beliau..
---------------------------------------------------------------------"

Lalu di lain waktu terjadi percakapan eyank dg didi kecil. Gadis kecil berumur 4 tahun yang sangat kritis.


Didi kecil : eyank, nanti kalo sdh selesai TK, didi sekolah dimana..?
Eyank : kl selesai TK, didi nanti ngelanjutin ke SD
Didi kecil : kl udh selesai SD, eyank..?
Eyank : lanjut ke SMP
Didi kecil : kalo SMP nya tamat?
Eyank : langsung ke SMA
Didi kecil : udah SMA apalagi..?
Eyank : kuliah...
Didi kecil : kalo udah kuliah..??
Eyank : dapet kerja...
Didi kecil : trus eyank?
Eyank : trus pensiun...
Didi kecil : nikah nya kapan eyank..?? (toweeeng....!!!)
Eyank : iya salah, nikah dulu, punya anak trus pensiun...
Didi kecil : trus kalo udah pensiun.?
Eyank : kalo udah pensiun, nanti meninggal..
Didi kecil : loooh..?? eyank kan udah pensiun., koq gag meninggal eyank..?
Eyank tersenyum kecil sambil berujar
Eyank : nanti sayang, eyank blm kena gilirannya..
Didi kecil : nanti kalo eyank meninggal, didi temenin yah..
Eyank : loh.? Mana boleh.. didi masih kecil, masih panjang perjalanannya..
Didi kecil : gag eyank., didi gak mau liat eyank sendirian. Nanti didi sedih kalo eyank meninggal...didi mau ikut eyank..!


Begitulah cara kami mencintai eyank.. dari mulai cucu tertua hingga yg paling kecil semua ingin mempersembahkan yang terbaik bagi eyank dg cara berbeda..

Eyank.., munkin satu2 nya laki-laki dalam kehidupan kami yang tak pernah bersuara keras, atau marah pd kami cucu-cucu nya. Satu2 nya laki2 yg tak pernah mematahkan hati kami..

Orang yang selalu pantas menjadi panutan cucu-cucunya. Seorang pensiunan pegawai negeri sipil golongan IV E , seorang pensiunan PNS eselon 1 yang benar2 hidup sederhana dg menanti uang pensiun setiap bulannya. Jujur, tegas dan bijaksana.
Kami bangga padamu bapak Wibowo Widyasusanto...
kami LOVE u eyaaaaaaaaaaaaaank