Senin, 11 November 2013

Bahagia meski mungkin TAK SEBEBAS MERPATI #Engagement



DANU & DYA ENGAGEMENT
Sepuluh-Sebelas




10 November 2013 akhirnya datang juga. Di keluarga saya tanggal ini adalah tanggal bersejarah, karna Ibu dan Bapak menikah pada tanggal tersebut 28 tahun yang lalu. Alhamdulillah di usia pernikahan mereka ke-28, Allah kasih kado istimewa buat keduanya.. 
Saya Putri Sulung dari Bapak dan Ibu dilamar pada tanggal perkawinan mereka. 
Bahagia..? jangan ditanya bagaimana rasanya.. Ini salah satu moment yang paling ditunggu dalam hidup. Seringkali menghujani sang pencipta dengan berbagai macam pertanyaan saat sujud di sepertiga malam "Siapakah orangnya?" , "Bolehkah saya melihatnya sekilas dalam bunga tidur?".
ALLAH menjawab diwaktu yang ia kehendaki, bukan diwaktu yang kita inginkan. Saya dan laki-laki ini sudah kenal sejak 3 tahun yang lalu diacara pernikahan seorang teman. Kami pernah menjalani hubungan alias pacaran selama 6 bulan, lalu kami berpisah lebih dari satu tahun (itulah mengapa ada novel dengan judul 365 hari hehehe). Campur tangan Allah yang pada hari ini juga membawanya untuk melamar saya. Menepati semua janji yang pernah dia katakan beberapa tahun lalu pada saya. Laki-laki yang sejak pertama mendapatkan kepercayaan lebih dari Bapak saya. Laki-laki yang menurut saya "Bapak banget", Laki-laki yang pernah membuat saya galau ratusan hari hiihihi maluuuu deh kalo inget smuanya.
Hari ini, JANUAR HALIBI dan keluarga besarnya berkunjung kerumah saya untuk melamar, melamar saya dengan adat Ogan Komering Ulu, asal kedua orang tuanya dan ibu saya.
Dengan membawa seserahan yang merupakan simbol tanggung jawab pria terhadap wanita yang akan dinikahinya. Pada acara nyawak, seserahan merupakan bagian acara warah-warah. 
Seserahan dilengkapi pula dengan pangasan, yaitu tepak yang berisi perlengkapan menyirih. Konon katanya nenek moyang kami dulu biasa menyirih (untuk wanita) dan merokok (untuk pria) sambil ngobrol.
Setelah juru bicara menyampaikan tujuannya untuk melamar, keluarga wanita dipersilahkan mencicipi sirih yang dibawa sbagai simbol kerukunan, silaturahmi dan persaudaraan. 
Sirih dimakan bergilir dari keluarga wanita dilanjut ke keluarga pria.



Prosesi nyawak adat Komering



Nyawak adalah salah satu prosesi melamar anak gadis dari daerah Ogan Komering Ulu. Biasanya yang melakukan nyawak kepada calon mempelai wanita adalah sesepuh dari keluarga sebelah calon mempelai lelaki. Nenek, Ibu, Uwak atau tante dari sebelah keluarga mempelai lelaki. Ibu Kandung dari mempelai lelaki, mengalungkan tali yang berbentuk lingkaran ke seluruh tubuh mempelai wanita sebanyak tiga kali, sambil mengucapkan semua permintaan atau doa-doa. 
Lalu dilanjutkan dengan Nenek perempuan atau uwak perempuan dari calon mempelai lelaki masing-masing sebanyak satu kali. 
Setelah itu Calon Mempelai Perempuan dipakaikan Baju kurung serta songket dan perhiasan yang sudah dibawa oleh keluarga mempelai Lelaki. Dulu Prosesi Nyawak ini dilakukan oleh para Bangsawan di daerah Ogan Komering Ulu. 
Oh ya.. Bintang Film terkenal Dian Sastrowardoyo juga dilamar dengan adat ini oleh keluarga suaminya :D
Bangganya menjadi seorang putri keturunan Komering, disunting oleh pria yang asli keturunan Komering juga. Mempelai wanita disawak dengan iringan pantun atau disebut "ringgo'-ringgo'", kalo dihayati isi pantun nya sedih, Saya mendengar isakan tangis Ibu beberapa kali dibelakang punggung saya.

Busumbah, ringgo’-ringgo’, pantun
 tinggalda niku indok..
jadina bumasak posai
wahai pungantin
niku disawak tolu kali..mojongda posai dimukak indok…
 
(tinggallah kau sendiri ibu memasak sendiri, 
wahai pengantin engkau disawak tiga kali, duduklah sendiri didepan ibu)


Prosesi Tukar Cincin

Setelah Prosesi Nyawak, Calon Mempelai Lelaki dipanggil masuk kembali lalu disandingkan disebelah calon mempelai perempuan. Orang tua mempelai Lelaki duduk tepat didepan calon mempelai perempuan, begitu juga sebaliknya orang tua calon mempelai perempuan duduk didepan calon mempelai Lelaki untuk memasangkan cincin pada keduanya.



Alhamdulillah Prosesi Lamaran, Mutus kato, Nyawak dan Pertunangan berjalan dengan lancar. Doakan kami berdua yah.. agar tetap memegang teguh syariat agama sampai bulan depan ketika kami menjadi 'Halal' satu sama lain. Tak ada yang lebih indah daripada menyempurnakan agama, menggenapkan separuh dien-NYA. beribadah karna ALLAH dan mencintai karna-NYA. Semoga yang belum berjodoh segera bisa dipertemukan dengan jodohnya. Aamiin :)




Kebaya by. Donna Febria Sari
Make up by. Keisya (Misdah Salon)
Songket koleksi Pribadi






Tidak ada komentar:

Posting Komentar