"assalamualaikum mas" sapaku ramah..
sekali lagi salam yang kita ucap selalu berbarengan. lalu dalam spasi yang tidak terlalu jauh kita tertawa "lagi apa dek?" ujarmu ringan,
"baru mau menutup laptop", jawabku lagi.
"hmm... pasti menulis? "tebakmu mantap, aku tertawa renyah.. kita selalu bisa ramah jika dalam saluran telepon yang terhubung.
"um.. besok mau temani mas buka bersama?" kamu bertanya ragu,
"buka..?? " aku menganga mendengar tawaranmu.
"oh atau sdh ada janji? ndak papa dek, bisa diganti lain waktu" kamu menyeimbangi kekakuanku.
"bukan mas, bapak sudah 3 hari berangkat. kalo aku buka diluar, ibu sama siapa?" jawabku terbata.
"baiklah besok bilang ibu ndak usah masak, pulang kantor mas belikan makanan kesukaan ibu. lalu kita buka bersama dirumah" ujarmu lagi, "sekarang tidur yah dek" telpon terputus, aku masih menganga memandang layar handphone.
"maaass..., apa aku salah dengar..?"
terbangun dari tidur siang pukul 5 sore aku lalu menunggu didepan teras rumah bersama ibu.
ah sebentar lagi kamu datang, tanpa memberitahu ibu , aku harap-harap cemas menanti mu. ada beribu pertanyaan didalam hati, apa kamu masih ingat jalan kerumahku mas?
tak lama aku sudah bisa mendengar suara mesin vespamu dari kejauhan, kulihat dahi ibu berkerut menutup al-qur'an.
"siapa mbak?" tanya ibu padaku. aku diam sambil mengangkat bahu. memasang wajah sesantai mungkin. ada degup kencang kurasakan.. aku lihat kamu sudah berdiri didepanku, tersenyum :) senyum sama seperti satu tahun yang lalu.
"assalamualaikum" sapamu memecah hening.
"alaikumsalam" jawab ibu seraya menoleh kearahmu "apa kabar nak? masuklah".
kamu mendekati ibu, mencium tangannya lalu menyodorkan beberapa bungkusan kepadaku,
"ibu, mas buka disini yah sama ibu dan adek-adek" ujarmu lagi. ibu melihatmu curiga,
"iya nak.. ibu sudah kangen" jawab ibu membuat suasana santai. lalu beberapa saat kemudian kita sudah berbincang dimeja makan. aku, kamu dan ibu. kamu mulai asik bercerita dengan ibu. tanpa kaku, tanpa ragu..seperti biasa. seperti dulu saat setiap hari kita bertemu.
"mbak,, sambil nungguin azan . kamu buatin mas mu kopi" seru ibu,
aku memandangimu ragu, bukankah selama kita bersama aku tak pernah berhasil membuatkan kopi sesuai lidahmu?
"teh aja yah dek. perut mas lagi ndak enak" bukankah itu jawabanmu yang sama seperti dulu..
aaahh ada apa ini mas? aku yang tak pernah bisa bersikap biasa setiap bertemu denganmu. dan kamu yang tak pernah memandang mataku semenjak satu tahun yang lalu.
makanan yang kau bawa masih dengan menu yang sama, sop jakarta dan sate padang menu favorit kita. aku rindu mas.......
lalu aku terjaga. ah sebegitunya aku merindukanmu mas. sampai aku harus bermimpi seindah ini. ku lihat jam dinding dikamar, sepertiga malam.
cepat cepat kuambil handphone ku, mungkin saja benar tadi kau menelponku. namun tak ada satupun tanda-tanda misscall disana. aku masih belum bisa percaya bahwa aku hanya bermimpi.
kubuka salah satu aplikasi dihandphone ku tempat kita biasa menghabiskan waktu sekedar bertegur sapa setelah perpisahan itu.
kau terbangun di jam yang sama... tak akan kau lihat aku, namun aku bisa melihatmu pada list chat itu.. ada namamu disana :)
kubuang gelisah, kuambil sajadah, dengan segala rindu kutunaikan tahajud ku.Subhanallah YaRabb lindungi dan kabulkanlah pinta kami yang bersujud diwaktu yang sama pada-MU..sabarkanlah aku yang tiada henti memintanya pada-MULalu lindungi dan sabarkanlah pula dia yang bersujud dengan airmata sekalipun bukan memintaku pada-MU..kabulkanlah apa yang menjadi pintanya yaRabb , aku tau dia orang baik yang sedang memperbaiki diri menuju kebaikan., sekalipun bukanlah aku yang dia pinta pada-MU.ampunilah dia yang telah mengingkari semua janjinya yaRabb, biarkanlah dia mendapatkan apa yang dia inginkan. cukuplah beban rindu ini hanya pada hamba jangan sampai dia menanggung beban rindu yang sama :)
*aku sudah mencoba mengikhlaskan semua, walau sulit. namun aku begitu ingin melihatmu bahagia. sekalipun bukan bersama aku. sudah satu tahun sejak kita berpisah.. apa kabar? berbahagialah. jangan sampai sia-sia yang kau dapat setelah melepas aku. terimakasih telah selalu ada, walau hanya didalam tidur malamku :)*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar