Minggu, 19 Juni 2011

ketika aku memilih BAHAGIA :)

"senyum terus yah nak..?
jangan bilang pd ibu..kamu sedang jatuh cinta lagi sayang"
ujar ibu. aku tertawa lepas sambil melihat raut wajah ibu penuh curiga..

"terlalu cepat rasanya jika kamu memutuskan kembali jatuh cinta,nak..?"
ibu mengernyitkan dahi, ah ibu aneh..
ibu terlalu paranoid, belakangan terlihat ibu dan bapak yang jadi lebih sensitif, lebih berhati-hati dan yang paling parah lebih pemilih..
hmmm..ini yang paling aku takutkan...

"apa yang membuat mbak dya begitu bahagia , nak?"
sekali lagi tanya ibu bercampur cemas..
aku masih tak menjawab, aku masih sibuk dengan laptop ku
dan musik "on the floor" milik j-Lo yang mengiringi jari ku menari diatas keyboard..

"ada apa di facebook, nak? baca apa, lihat poto siapa..?
bukannya facebook udah deactived dari seminggu yang lalu..?"
aku masih diam tapi tetap tersenyum nakal..
ah kali ini pertanyaan ibu semakin mengganggu..
aku palingkan wajahku menatapnya...

"yang membuat aku bahagia , adalah PILIHAN dari bahagia itu sendiri,buk.
aku bahagia karena aku sudah memilih begitu.. tidak peduli satu tahun yang lalu aku begitu menyesali masa laluku, tidak peduli satu bulan yang lalu seseorang mematahkan kembali semangatku, tidak peduli satu minggu yang lalu aku kecewa karna harus sampai ke indonesia dengan semua berita menyakitkan, tidak peduli satu hari yang lalu ibu bertemu dengan mantan tercintaku dengan calon istrinya , tidak peduli satu jam yang lalu aku hilang dari dunia jejaring sosial yang selama ini selalu menemaniku, tidak peduli satu menit yang lalu atau bahkan satu detik yang lalu aku rasakan kegalauan. karena sekarang.. detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini aku memilih bahagia, buk... aku memilih bahagia bersama kalian... aku memilih bahagia dengan memprioritaskan kebahagiaan kalian. jangan bilang kebahagiaan kalian adalah melihat aku menikah, buk.! krn untuk saat ini aku masih ingin bersama kalian, aku sangat ingin didekat kalian yang sedetik pun tak pernah mengkhianati kebahagiaanku.."


bulir-bulir airmata itu kembali tumpah., aku balikkan tubuhku diatas tempat tidur.. ibu mendekat lalu memelukku..
"percayalah sayang, jodohmu tak kan tertukar, tak kan terganti dengan milik orang lain. ini semua bukan musibah nak..ini jawaban dari semua doa-doa mu.."
aku menghela nafas lega... kubiarkan wajahku tetap sembunyi dibalik bantal..
batinku teriak ; "aaah ibu..untuk saat ini jangan paksa aku untuk menentukan hari pernikahanku.., krn aku tak ingin kalian kecewa lagi dengan semua ketergesaanku memilih pendamping hidup"

ALLAH.. sabarkan kedua orang tua ku, sampaikan pada eyang dan omaku..
aku masih ingin membahagiakan mereka. karna mereka bukanlah pilihan..
karena mereka prioritas dari kebahagiaanku..

-peluk erat DYDY..jangan paksa aku ibu.. :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar