Eyang..,
Aku putuskan menulis surat ini karna aku tak ingin menyesal lagi.. karena eyang harus tau perasaanku..
Sebab apa yang seharusnya tertulis di sini adalah apa yang tak seharusnya dibaca oleh banyak orang,
aku hanya ingin mengungkapkan apa yang selalu ingin eyang dengar tapi tak pernah bisa kukatakan..
Aku sayang eyang. Selalu.
tidak ada satu orang laki laki pun dihidupku yang memperlakukan aku seperti eyang.
Eyang satu satunya laki-laki yang tidak pernah bersuara keras dan kasar kepadaku.
Entah itu benar, entah itu salah, entah itu eyang suka atau tidak suka..aku sama sekali tidak pernah mendengar nada tinggi dari bicara eyang kepadaku,,
Satu satunya laki-laki yg tak pernah mematahkan hati ku...
Terimakasih telah menjadi pria yang paling menyayangiku, dengan rasa sayang yang begitu besar sampai aku pun tak yakin akan ada orang lain yang menyayangiku lebih dari itu…
adalah nama eyang yang selalu ada dibelakang namaku..aku bangga memakainya..
dan aku bangga dengan nama pemberianmu “DYAH”.., bapak bilang begitu aku lahir..eyang langsung memberiku nama itu. Terimakasih eyang..!
adalah eyang yang selalu menjadi panutanku.. adalah nama eyang satu satunya yang tercantum dalam halaman persembahan skripsiku.., adalah eyang semangatku untuk melanjutkan kuliahku kembali, adalah eyang yang selalu aku banggakan pada smua teman-temanku, adalah eyang yang selalu aku ceritakan pada laki-laki yang mengenalku. adalah nama eyang yang selalu ada dalam doa doaku.. :
“Tuhan, jagalah kesehatannya.. Andai saja ia tahu betapa aku cemas melihatnya tak pernah mau control kesehatan ke dokter. Aku takut kehilangannya tuhan.. Sesungguhnya jika aku kehilangan dia, aku akan merasa kehilangan hidupku juga..”
itu pintaku pada tuhan..aku hanya ingin eyang tetap bersamaku hingga nanti eyang bisa melihat aku berhasil..melihat suamiku kelak, melihat anak anakku..nanti..
dan yang harus eyang tau, aku bahagia bisa menemani eyang.. bisa tidur bersama eyang..
aku suka sekali mendengar cerita-cerita eyang tentang masa muda kalian..
aku paham kesepianmu eyang, aku paham kerinduanmu.. aku paham semua kegalauan hatimu. Aku bisa apa?
Selain menemanimu, mendoakanmu..mungkin belum saat ini, tapi aku berjanji akan membuat mu tersenyum bangga padaku.. Aku mencintaimu eyang, eyang pria pertama dalam hidupku.. dan aku bangga terlahir sebagai cucu pertamamu..
besok adalah kali pertama eyang menjalankan ibadah umroh tanpa oma, yang biasanya setiap tahun selalu mendampingi
semoga eyang selalu dalam lindungan ALLAH ketika pergi, saat menjalankan ibadah dan saat kembali lagi kesini..
-peluk erat DYDY :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar