Senin, 24 Januari 2011

antara dydy & JH

Kepada Pacarku,
Selamat pagi. Seduhlah kopi, duduk dan nyalakan rokokmu sebatang—sebatang saja, karena aku tak mau paru-parumu habis terbakar lebih cepat dari paru-paruku.
Setelah itu, silakan baca suratku. Jika selembar surat akan membuatmu jatuh cinta padaku, tentunya selembar berikutnya pasti akan membuatmu semakin rindu.


Surat pertama untukmu, sayang, berisi hanya tiga hal yang harus kautahu.
Pertama, bahwa aku mencintaimu. Aku ingin bilang ‘aku masih mencintaimu’ seperti yang selalu aku katakan, tapi aku benci kalimat itu. Masih adalah ketika sesuatu semakin berkurang, ketika sesuatu ingin dihilangkan, ketika sesuatu ada tanpa ingin dipertahankan—meski segala hal memang kemungkinan.
Jadi sekali lagi, aku mencintaimu. Tanpa masih, meski entah sampai kapan. Dan ketahuilah, sayang; adalah namamu yang selalu ada dalam doa-doaku, kuendapkan dalam tarikan napasku, dan kujaga dalam mimpi-mimpiku.

Kedua, bahwa kau istimewa. Setidaknya kau lebih istimewa dari air mataku, yang rela kubuang saat takut kehilanganmu. Lebih istimewa dari jam tidurku, yang rela kupotong untuk menunggumu tiba di rumah. Lebih istimewa dari percakapan manapun, yang kuabaikan saat kau sedang marah. Dan yang jelas, kau lebih istimewa dari sebatang chunky bar , atau puisi-puisi favoritku.

Ketiga, bahwa kita adalah kata kesukaanku. Bersama semua tentang kau dan aku yang kita tanam di dalamnya. Bagaimana kita bicara tentang tulisan-tulisanku, rahasia, dan orang-orang di sekitar kita yg sedang terlihat aneh; atau bagaimana kita bernyanyi bersama. Bagaimana aku berusaha membaca pikiran-pikiranmu, dan menyembunyikan pikiran-pikiranku—seperti betapa diam-diam aku ingin sekali bertanya “cintakah kau padaku?” atau betapa aku menyukai kebohongan-kebohongan kecilmu yang selalu melukis senyum di wajahku.

Pacarku, jangan ambil sebatang rokok lagi, karena surat ini sudah sampai pada akhirnya. Memang begitu sederhana, karena masih akan ada lembar-lembar selanjutnya. Aku tak mengharapkan kau akan berkaca-kaca, hanya ingin kau tersenyum saja. Mungkin setelah kau tersenyum, kau akan merindukanku. Atau setidaknya cukup bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaanmu..

Jalanilah hidupmu dengan baik, sayang. Karena aku menyayangimu. Jika suatu saat kau ragu, ingatlah ketiga hal itu, dan berjalanlah lagi.

Peluk erat...-DYDY-

*di copas dg sedikit editan ;)

----------------------------------------------------------------------------

Untuk wanita yang satu2nya setelah ibuku.. :)
terima kasih ya :)
terima kasih untuk sebagian ikhlas yang sudah bisa ku lihat dari matamu..
Aku terlahir bukan di sebuah ladang yang hanya tinggal menunggu panen..
Namun aku terlahir hanya bermodalkan kasih sayang kedua orang tua ku..
Jauh dari sempurna dan kemapanan.. Aku dibesarkan dengan kasih sayang, aku di besarkan dengan kejujuran.. Terkadang aku sendiri merasa sedih..
Dengan keterbatasan ayah dan ibuku masih mampu dan selalu melakukan yang terbaik untuk kami anak2 nya..
Banyak pelajaran dan pengalaman dalam hidup, suka dan duka pun berganti dengan putaran detik kehidupan kita..
Allah telah menitipkan seseorang "kamu" dalam hidupku..
Bukan perasaan bahagia lagi yg kurasakan... Aku merasa ada seorang wanita lagi setelah ibuku..
Wanita yg mencintaiku, menyayangiku, mempercayaiku, dan mendukung apapun langkahku.. Terima kasih sekali lagi untuk semua yang telah engkau berikan..
Meski allah tak memberiku lahan..
Namun kedua tanggan ini masih mampu dan sanggup untuk membangun sebuah gedung yang tinggi dan kokoh.. (Entah bagai mana caranya) dan itu semua untuk kita... :)

I LOVE YOU
"Seseorang yang menghormati & Menyayangimu..-JH"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar